Tutorial Online 23 Maret - 17 Mei 2020. Unggah Karya Ilmiah 4 Mei - 8 Juni 2020. Ujian Akhir Semester dan Ujian Tugas Akhir Program 14, 20 dan 21 Juni 2020. Pengumuman Nilai Mata Kuliah 26 Agustus 2020

Latihan Soal Ujian UT ESPA4227 Ekonomi Moneter Modul 5 Beserta Pembahasannya

 on Tuesday, July 2, 2019  


Latihan Soal Ujian UT ESPA4227 Ekonomi Moneter

ESPA4227 Ekonomi Moneter
ESPA4227 Ekonomi Moneter

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1) Kecenderungan meningkatnya harga barang dan jasa secara terus menerus dalam jangka waktu tertentu disebut ....
A. hiperinflasi
B. inflasi
C. deflasi
D. reflasi

Jawaban. B. inflasi 
Inflasi harga umum (general price inflaction) didefinisikan sebagai kecenderungan meningkatnya harga barang dan jasa secara terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Kenaikan harga barang tersebut tidak harus dengan persentase yang sama namun secara terus menerus selama suatu periode tertentu. Kenaikan harga barang yang terjadi hanya sekali saja, meskipun dalam persentase yang cukup besar bukan merupakan inflasi. 

2) Inflasi yang terjadi akibat adanya kelangkaan produksi termasuk juga adanya kelangkaan distribusi, walaupun permintaan secara umum tidak ada perubahan yang meningkat secara signifikan adalah inflasi ....
A. Cost push inflation
B. Demand pull inflation
C. Inflation targetting
D. Inflationary gap

Jawaban.A. Cost push inflation
Inflasi desakan biaya (cost push inflation) terjadi akibat adanya kelangkaan produksi termasuk juga adanya kelangkaan distribusi, walaupun permintaan secara umum tidak ada perubahan yang meningkat secara signifikan. Adanya ketidaklancaran aliran distribusi ini dapat memicu kenaikan harga sesuai dengan berlakunya hukum permintaan-penawaran, atau juga karena terbentuknya posisi nilai keekonomian yang baru terhadap produk tersebut akibat pola atau skala distribusi yang baru.

3) Lihat gambar berikut.

inflationary gap
inflationary gap

Apabila pemerintah memperbesar pengeluaran dengan mencetak uang baru maka akan menyebabkan terjadinya inflationary gap sebesar ....
A. P1P2
B. 0P1
C. Q1Q2
D. P2P3

Jawaban. C. Q1Q2
Pemerintah memperbesar pengeluaran dengan mencetak uang baru. Hal ini akan menyebabkan terjadinya inflationary gap sebesar Q1Q2, yang ditandai bergesernya kurva permintaan agregat dari Z1 ke Z2. Akibatnya harga naik dari P1 ke P2. Dengan kenaikan harga ini, golongan masyarakat tersebut tidak dapat memenuhi permintaannya karena jumlah barang-barang yang tersedia tidak dapat melebihi OQ1, sehingga yang terjadi hanya realokasi barang-barang yang tersedia dari golongan-golongan lain dalam masyarakat ke sektor pemerintah.

4) Teori inflasi yang menyatakan bahwa proses inflasi itu terjadi akibat jumlah uang beredar dan psikologi (harapan) masyarakat mengenai kenaikan harga-harga (expectations) adalah teori inflasi ....
A. Keynes
B. Strukturalis
C. Kuantitas
D. Neo Klasik

Jawaban. C. Kuantitas
Teori kuantitas menyatakan bahwa proses inflasi itu terjadi karena dua hal, yaitu jumlah uang beredar dan adanya psikologi (harapan) masyarakat mengenai kenaikan harga-harga (expectations). Ada 2 esensi penting dari teori Kuantitas ini yaitu pertama, laju inflasi terjadi jika ada penambahan volume uang beredar. Kedua, laju inflasi oleh harapan masyarakat mengenai kenaikan harga di masa yang akan datang (Boediono, 1985).

5) Pengendalian inflasi yang paling efektif dilakukan oleh ....
A. pemerintah
B. presiden
C. Badan Pemeriksa Keuangan
D. bank sentral

Jawaban.D. bank sentral
Bank sentral memainkan peranan penting dalam mengendalikan inflasi. Bank sentral suatu negara pada umumnya berusaha mengendalikan inflasi pada tingkat yang wajar. Beberapa bank sentral bahkan memiliki kewenangan yang independen dalam artian bahwa kebijakannya tidak boleh diintervensi oleh pihak di luar bank sentral termasuk pemerintah. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pada bank sentral yang kurang independen akan mendorong tingkat inflasi menjadi lebih tinggi.

6) Salah satu pendekatan untuk mengendalikan inflasi melalui kebijakan moneter melalui ....
A. pengeluaran pemerintah
B. target inflasi
C. pajak
D. Sertifikat Bank Indonesia

Jawaban.B. target inflasi
Salah satu pendekatan untuk mengendalikan inflasi melalui kebijakan moneter adalah target inflasi (inflation  targeting). Dalam pendekatan ini, otoritas moneter diwajibkan untuk mengumumkan target inflasi secara eksplisit kepada masyarakat sekaligus otoritas moneter diarahkan untuk mencapai target inflasi pada waktu yang telah ditentukan (agreed time horizon). Target inflasi merupakan kebijakan yang langsung menuju sasaran (straightforward). Bank sentral diharapkan mampu meramalkan (forecast) jalur inflasi masa datang dimana peramalannya dengan membandingkan dengan target tingkat inflasi yang diharapkan (yaitu tingkat inflasi dimana pemerintah menilai layak bagi tingkat perekonomian), sehingga perbedaan antara peramalan dan target menentukan besarnya kebijakan moneter yang harus disesuaikan.

7) Kebijakan target inflasi pertama kali diperkenalkan oleh negara ....
A. Inggris
B. Spanyol
C. Australia
D. Selandia Baru

Jawaban.D. Selandia Baru
Target inflasi Dipelopori oleh Selandia Baru dan diikuti oleh negara-negara industri seperti Kanada, Inggris, Swedia, Finlandia, Spanyol, Australia dan Israel, target inflasi telah mendapat dukungan lebih luas dan sekarang  telah diadopsi di beberapa negara yang pasarnya tumbuh pesat (emerging market countries) seperti Chilli dan Republik Ceko. Beberapa negara Asia seperti Korea, Thailand dan Filipina bahkan Indonesia secara resmi telah mengadopsi target inflasi sebagai acuan kebijakan moneter.

8) Persyaratan yang dibutuhkan dalam penerapan target inflasi adalah ....
A. independensi bank sentral
B. stabilitas harga
C. adanya variabel lain sebagai indikator sasaran
D. intervensi pemerintah

Jawaban. A. independensi bank sentral
Penerapan target inflasi mensyaratkan beberapa hal yaitu independensi bank sentral, tidak adanya indikator lain yang dipakai pemerintah untuk mengatasi inflasi, kemampuan memprediksi inflasi, pengawasan instrumen instrumen kebijakan moneter, dan pelaksanaan secara transparan dan konsisten

9) Salah satu hambatan dalam penerapan target inflasi adalah ....
A. kemampuan memprediksi inflasi
B. krisis yang moderat
C. bank sentral yang independen
D. ketidakmampuan menerapkan kebijakan secara konsisten dan transparan

Jawaban. D. ketidakmampuan menerapkan kebijakan secara konsisten dan transparan
Hambatan-hambatan dapat dijelaskan sebagai berikut.
1. Hambatan dalam menciptakan independensi
Sulitnya menciptakan independensi bank sentral, karena hingga saat ini sistem pemerintahan Indonesia tidak  memungkinkan untuk memberikan kewenangan penuh terhadap suatu lembaga/otoritas dalam menjalankan fungsi pengawasan instrumen keuangan. Dengan kata lain bahwa pemerintah tidak dapat benar-benar tidak turun campur tangan dalam urusan lembaga pengawas, meski lembaga tersebut disebut lembaga independen. Para pejabat dalam lembaga tersebut digaji oleh pemerintah, yang berarti loyalitas mereka terhadap pemerintah tak diragukan lagi. Hal ini jelas-jelas menyebabkan fungsi pengawasan tak dapat berjalan sebagaimana mestinya.
2. Hambatan dalam memprediksi inflasi
Kemampuan untuk memprediksi inflasi merupakan kunci utama dalam pelaksanaan kebijakan target inflasi. Kemungkinan besar, peramalan inflasi di Indonesia akan sulit dilaksanakan. Hal ini berkaitan dengan kondisi politik dan keamanan yang boleh dikatakan tidak menentu akhir-akhir ini. Padahal, stabilitas nasional sangat berperan dalam menentukan kondisi ekonomi suatu negara. Untuk saat ini, para investor masih beranggapan bahwa negara kita tidak cukup kondusif bagi investasi. Isu-isu seputar politik dan keamanan daerah sudah rawan untuk memporak-porandakan perekonomian nasional. Jika stabilitas belum tercapai, mustahil dapat memprediksi dengan cermat.
3. Hambatan dalam mewujudkan kebijakan secara konsisten dan transparan
Pelaksanaan kebijakan target inflasi secara konsisten dan transparan juga akan sulit terwujud. Tingkat korupsi di Indonesia yang sedemikian tinggi akan mempersulit pemerintah dalam meraih kepercayaan dari masyarakat. Juga maraknya praktik kolusi yang menyebabkan sikap masyarakat semakin apatis dan enggan berpartisipasi dalam pelaksanaan pemulihan krisis ekonomi. Kebijakan target inflasi belum tentu didukung oleh masyarakat, kecuali apabila lembaga pelaksana kebijakan ini dapat meyakinkan masyarakat bahwa aparaturnya negara bersih dan bebas korupsi.
4. Hambatan dalam mewujudkan kebijakan secara fleksibel dan kredibel
Menjalankan kebijakan secara fleksibel sekaligus kredibel juga bukan merupakan pekerjaan yang mudah. Jika kebijakan diberlakukan secara lentur, maka akan membuka kesempatan korupsi dan kolusi, sehingga menyebabkan incredible. Demikian juga sebaliknya, apabila kebijakan ini lebih berfokus pada kredibilitas, maka akan timbul sifat inflexible.
5. Tingkat keparahan krisis
Faktor lain adalah tingkat keparahan krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia sudah tergolong akut, sehingga  penanganannya juga lebih sulit dibanding negara-negara lain. Mungkin kebijakan target inflasi ini berhasil diberlakukan di negara-negara lain, namun belum tentu akan sesuai diberlakukan di Indonesia. 

10) Selain target inflasi, pengendalian inflasi dapat dilakukan melalui ....
A. tenaga kerja
B. teknologi
C. produksi
D. kurs

Jawaban. D. kurs
Pengendalian inflasi hanyalah salah satu di antara beberapa sasaran lain yang hendak dicapai oleh Bank Sentral.  Sasaran-sasaran lain kadangkadang bertentangan dengan sasaran pengendalian inflasi, misalnya sasaran pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja, neraca pembayaran, dan kurs. Oleh karena itu, seharusnya bank Sentral tidak menetapkan sasaran lain dan berfokus pada sasaran utama pengendalian inflasi. 

Latihan Soal Ujian UT ESPA4227 Ekonomi Moneter Modul 5 Beserta Pembahasannya 4.5 5 Bank soal UT Tuesday, July 2, 2019 Latihan Soal Ujian UT ESPA4227 Ekonomi Moneter ESPA4227 Ekonomi Moneter Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1) Kecenderun...



No comments:

Post a Comment