Tutorial Online 23 Maret - 17 Mei 2020. Unggah Karya Ilmiah 4 Mei - 8 Juni 2020. Ujian Akhir Semester dan Ujian Tugas Akhir Program 14, 20 dan 21 Juni 2020. Pengumuman Nilai Mata Kuliah 26 Agustus 2020

Soal Ujian Universitas Terbuka Akuntansi Biaya EKMA4315 Beserta Kunci Jawaban

 on Saturday, July 13, 2019  

Soal Ujian Universitas Terbuka Akuntansi Biaya EKMA4315 Beserta Kunci Jawaban

Akuntansi Biaya EKMA4315
Akuntansi Biaya EKMA4315
Pilihlah salah satu Jawaban yang paling tepat

1. Proses pengonversian bahan baku menjadi barang jadi dengan pemanfaatan berbagai sumber daya perusahaan terjadi pada perusahaan....

A. Trading
B. Service
C. Manufacture
D. Perbankan

Jawab:
C. Manufacture


2. Sistem kos pekerjaan order dan sistem kos proses adalah merupakan bagian dari...

A. Basis pengukuran input
B. Metode akumulasi kos
C. Asumsi aliran kos
D. Kapabilitas interval pencatatan

Jawab:
B. Metode akumulasi kos

3. Nilai dari aset yang diberikan, atau akan diberikan, untuk memperoleh aset lain disebut…

A. Kos
B. Biaya
C. Pendapatan
D. Rugi

Jawab:
A. Kos

4. Kos variabel, kos tetap, dan kos campuran merupakan bagian dari klasifikasi biaya berbasis…

A. Keterlacakan dengan produk
B. Area fungsional
C. Perioda dibebankan pada pendapatan
D. Hubungan dengan volume

Jawab:
D. Hubungan dengan volume

5. Jurnal pada perusahaan pemanufakturan untuk mencatat pembelian bahan baku pada pemasok adalah…


Jawab:
C.


6. Permintaan secara tertulis pada pemasok untuk mengirimkan bahan sesuai dengan kuantitas, kualitas, harga, dan termin dan cara pembayaran yang disepakati disebut dengan…

A. Order Pembelian (Purchase Order)
B. Anggaran Produksi (Production Budget)
C. Permintaan Pembelian (Purchase Requisition)
D. Permintaan Bahan (Materials Requisition)

Jawab:
D. Permintaan Bahan (Materials Requisition)

7. Hitunglah besarnya EOQ (Economic Order Quantity) jika diketahui:
Kos per unit: Rp500
Kos per pesan: Rp32.000
Kos pengelolaan bahan: 10%
Kebutuhan bahan per unit: 2.500 unit

A. 358 unit
B. 253 unit
C. 1.265 unit
D. 1.789 unit

Jawab:
D. 1.789 unit
Telah sesuai dengan perhitungan berikut:
(pembulatan dari 1.789,85 unit)

8.

Dikembalikan 50 unit yang berlebih dari pabrik ke gudang (dicatat dengan harga pengeluaran terakhir)
Berdasarkan transaksi-transaksi tersebut, hitunglah biaya bahannya dengan menggunakan metode MTKP/LIFO.

A. $3.600
B. $3.987,5
C. $4.000
D. $4.400

Jawab:
A. $3.600
Sesuai dengan perhitungan berikut ini :
SOAL 8


9. Jurnal kos tenaga kerja untuk mencatat kos tenaga kerja tak langsung adalah…


Jawab:
C. Jawaban Anda benar

10. Metode yang digunakan untuk memisahkan unsur tetap dan variabel dari kos overhead pabrik campuran dengan cara mereview data kos dan volume masa lalu adalah metode…

A. Observasi
B. Perekayasaan industrial
C. Analisis akun
D. Diagram serak

Jawab:
A. Observasi

11. Berikut adalah data dari PT. Permata:
Kos variabel: Titik tinggi: 50.000 jam mesin dengan kos Rp65.000.000,-
Kos tetap: Titik rendah: 25.000 jam mesin dengan kos Rp50.000.000,-
Berdasarkan data tersebut maka persamaan kos campurannya adalah…

A. Rp65.000.000 + Rp600.X
B. Rp50.000.000 + Rp750.X
C. Rp35.000.000 + Rp600.X
D. Rp35.000.000 + Rp750.X

Jawab:
C. Rp35.000.000 + Rp600.X
Telah sesuai dengan perhitungan berikut:


12. Salah satu estimasi tingkat aktivitas yang digunakan dalam menentukan tarif overhead pabrik, dengan berasumsi terdapat penyesuaian permintaan atas produk yang dihasilkan serta mempertimbangkan adanya fluktuasi musiman dalam produksi, adalah menggunakan kapasitas…

A. Normal atau jangka panjang
B. Teoritis atau ideal
C. Praktikal atau realistik
D. Menganggur dan berlebih

Jawab:
A. Normal atau jangka panjang

13. PT Matahari menerapkan overhead pabrik berbasis jam kerja langsung, dimana tarif overhead ditetapkan sebesar Rp5.200 per JKL. Apabila pada bulan Desember 2010 diketahui bahwa jam kerja yang dibebankan sebesar 9.000 JKL dan overhead pabrik aktual sebesar Rp52.500.000, apakah jurnal untuk mencatat variansi overhead pabrik pada bulan Desember?


Jawab:
D. Jawaban Anda benar.
Telah sesuai dengan perhitungan berikut:


14. PT Merdeka menyewa gedung pabrik seharga Rp275.000.000. Gedung tersebut digunakan untuk 3 departemen, yaitu untuk departemen pemotongan, perakitan dan penyelesaian. Adapun harga pasar untuk sewa setiap departemen adalah Rp90.000.000 untuk departemen pemotongan, Rp120.000.000 untuk departemen perakitan dan Rp100.000.000 untuk departemen penyelesaian. Maka besarnya alokasi sewa untuk departemen penyelesaian jika menggunakan basis harga pasar sewa adalah…

A. Rp 79.838.710
B. Rp 88.709.677
C. Rp106.451.613
D. Rp275.000.000

Jawab:
B. Rp 88.709.677
Telah sesuai dengan perhitungan berikut:


15. PT Permata memiliki 2 departemen produksi, A dan B dan 2 departemen pendukung, X dan Y. Tarif overhead pabrik di dept A dan B berbasis jam kerja langsung. Kos di dept X didistribusi dengan basis jumlah pekerja dan dept Y didistribusi dengan basis luas lantai. Berikut data terkait:

Berdasarkan data tersebut, berapakah besarnya tarif overhead pabrik di dept B jika alokasi dilakukan dengan metode bertahap (dengan asumsi dept X memberi dukungan ke dept Y)?

A. Rp 559,20 per JKL
B. Rp1.200,72 per JKL
C. Rp6.554,48 per JKL
D. Rp8.560,50 per JKL

Jawab:
C. Rp6.554,48 per JKL
Telah sesuai dengan perhitungan berikut:


16. Dokumen yang digunakan dalam sistem kos pekerjaan order untuk mencatat jam kerja langsung setiap pekerja, yang berguna untuk mengonversi order atau pekerjaan tertentu, disebut…

A. Material Requisition
B. Job Order Cost Sheet
C. Invoice
D. Labor Job Ticket

Jawab:
D. Labor Job Ticket

17. Jika diketahui kos tenaga kerja langsung untuk pekerjaan ABC sebesar Rp5.400.000, dimana tarif overhead pabrik ditentukan sebesar 60% dari kos tenaga kerja langsung tersebut, maka jurnal untuk mencatat pembebanan overhead pabrik adalah…

Jawab:
A. Jawaban Anda benar.
Telah sesuai dengan penjurnalan dan perhitungan berikut:
60% x Rp5.400.000 = Rp3.240.000

18. Pada akuntansi atas produk cacat normal apabila dibebankan pada seluruh pekerjaan atau order, maka jurnal yang digunakan untuk mencatat perbaikan produk cacat adalah…

Jawab:
C. Jawaban Anda benar


19. Jurnal atas bahan sisa buangan apabila biayanya dibebankan pada seluruh pekerjaan adalah…

Jawab:
A. Jawaban Anda benar

20. Dalam sistem kos proses dimana bahan baku yang sama awalnya diproses di satu departemen kemudian menghasilkan beberapa jenis produk yang selanjutnya diproses di beberapa departemen yang berbeda-beda, adalah bentuk aliran produk….

A. Sekuensial
B. Paralel
C. Selektif
D. Langsung

Jawab:
C. Selektif

21. Diketahui kos yang terjadi pada bulan April di Departemen X adalah sbb: bahan baku Rp65.000.000; tenaga kerja langsung Rp43.500.000 dan overhead pabrik Rp35.200.000. Adapun informasi tentang jumlah produk yang diproses adalah sbb:
Unit selesai dan ditransfer ke Departemen Y= 75.000
PDP akhir (90% bahan baku dan 75% konversi)= 20.000
Maka besarnya kos unit untuk produk selesai adalah…
A. Rp98.500.000
B. Rp100.560.000
C. Rp118.002.000
D. Rp246.007.000

Jawab:
C. Rp118.002.000
Telah sesuai dengan perhitungan berikut:


Jawab:
B. Jawaban Anda benar.
Telah sesuai dengan perhitungan berikut:


22.Diketahui penggunaan tenaga kerja langsung di Dept X sebesar Rp2.300.000 dan Dept Y sebesar Rp1.700.000. Apakah jurnal untuk pembebanan biaya overhead pabrik, jika tarif overhead pabrik ditentukan sebesar 75% dari kos tenaga kerja langsung?

Jawab:
B. Jawaban Anda benar.
Telah sesuai dengan perhitungan berikut:


23. Jika diketahui data produksi PT Layar pada bulan April 2011 sbb:

Adapun unit yang ditransfer ke Dept Y adalah sebesar 50.000 unit. Maka jurnal yang dibuat di Dept A untuk mencatat transfer ke Dept Y adalah…


Jawab:
C. Jawaban Anda benar.
Penjurnalan dan perhitungan telah sesuai dengan:
Kos pentransferan ke Dept Y: 50.000 x Rp10.900 = Rp545.000.000

24. Ada beberapa kondisi yang terjadi sebagai akibat dari penambahan bahan baku setelah dari departemen pertama untuk diproses ke departemen selanjutnya. Kondisi yang tidak memerlukan adanya modifikasi dalam penyusunan laporan kos produksi adalah jika jumlah unit yang diproses...

A. tidak bertambah, tetapi terdapat kenaikan kos produksi
B. bertambah, tetapi tidak terdapat kenaikan kos produksi
C. bertambah, dan terdapat kenaikan kos produksi
D. tidak bertambah, dan tidak terdapat kenaikan kos produksi

Jawab:
A. tidak bertambah, tetapi terdapat kenaikan kos produksi

25.
A. Rp378.979 per unit
B. Rp900.357 per unit
C. Rp920.000 per unit
D. Rp1.200.000 per unit

Jawab:
A. Rp378.979 per unit
Telah sesuai dengan perhitungan berikut:


26. Produk yang tidak memenuhi standar produksi dan dijual sesuai nilai sisanya atau dibuang disebut dengan…

A. Produk rusak
B. Produk cacat
C. Bahan sisa
D. Bahan sisa buangan

Jawab:
A. Produk rusak

27.

A. Rp5.600.500
B. Rp6.080.000
C. Rp7.780.500
D. Rp8.200.000

Jawab:
C. Jawaban Anda benar.
Telah sesuai dengan perhitungan berikut:


28. Diketahui kos overhead pabrik yang akan dikeluarkan untuk memperbaiki produk cacat normal di Dept X sebesar Rp520.000, dimana dari jumlah tersebut Rp275.000 adalah penggunaan bahan baku, Rp155.000 untuk tenaga kerja langsung dan sisanya untuk overhead pabrik.
Maka jurnal untuk mencatat produk cacat normal ini adalah…

Jawab:
B. Jawaban Anda benar

29. Berikut adalah karakteristik dasar dari produk sampingan, yaitu:

A. Dalam proses pemanufakturannya selalu memiliki titik pisah (split-off point)
B. Dihasilkan dari bahan baku dan proses yang sama
C. Merupakan hasil incidental (tidak direncana) yang dihasilkan dari pemrosesan produk lainnya.
D. Tidak memiliki nilai yang lebih besar secara signifikan dibandingkan produk bersama lain

Jawab:
C. Merupakan hasil incidental (tidak direncana) yang dihasilkan dari pemrosesan produk lainnya.

30. PT Jaya memproduksi 3 jenis produk dengan total kos bersama sebesar Rp103.600.000 pada titik pisah. Berikut data terkait produk tersebut:

Jika menggunakan metode rata-rata berbobot, maka kos produksi untuk produk Z adalah sebesar…
A. Rp25.000.000
B. Rp36.000.000
C. Rp52.500.000
D. Rp75.000.000

Jawab:
C. Rp52.500.000
Telah sesuai dengan perhitungan berikut:
Unit bobot masing-masing produk:

Alokasi kos bersama ke setiap unit produksi = Rp103.600.000/148.000 = Rp700 per unit bobotan
Kos produksi untuk produk Z = (70.000 x Rp700) + Rp3.500.000 = Rp52.500.000

31. Diketahui suatu perusahaan dengan laporan laba rugi sbb:


Berdasarkan bentuk laporan tersebut, metode pengakuan pendapatan kotor apakah yang diterapkan oleh perusahaan?

A. Pendapatan produk sampingan sebagai penghasilan lain
B. Pendapatan produk sampingan diperlakukan sebagai tambahan pendapatan penjualan
C. Pendapatan produk sampingan sebagai pengurang kos barang terjual
D. Pendapatan produk sampingan mengurangi kos produksi

Jawab:
D. Pendapatan produk sampingan mengurangi kos produksi

32. Jurnal untuk mencatat penjualan produk sampingan, ketika produk sampingan tersebut diakui saat diproduksi adalah…

Jawab:
C. Jawaban Anda benar

33.
A. Rp12.600 per JKL
B. Rp16.560 per JKL
C. Rp20.520 per JKL
D. Rp24.000 per JKL

Jawab:
B. Rp16.560 per JKL
Telah sesuai dengan perhitungan berikut:


34.

A. Rp12.000.000
B. Rp15.500.000
C. Rp22.500.000
D. Rp25.000.000

Jawab:
A. Rp12.000.000
Telah sesuai dengan hitungan berikut:


35.

A. Rp1.500.000
B. Rp2.000.000
C. Rp2.500.000
D. Rp3.000.000

Jawab:
A. Rp1.500.000
Telah sesuai dengan perhitungan berikut:

Soal Ujian Universitas Terbuka Akuntansi Biaya EKMA4315 Beserta Kunci Jawaban 4.5 5 Bank soal UT Saturday, July 13, 2019 Soal Ujian Universitas Terbuka Akuntansi Biaya EKMA4315 Beserta Kunci Jawaban Akuntansi Biaya EKMA4315 Pilihlah salah satu Jawaban y...



No comments:

Post a Comment